Batam, Nagoyapos – Cara tak biasa dilakukan Bandara Internasional Hang Nadim Batam untuk mengatasi lonjakan penumpang saat mudik Lebaran 2026. Bukan menambah alat canggih, pihak bandara justru melakukan inovasi sederhana—memodifikasi meja di mesin X-ray.
Hasilnya? Mengejutkan.
Kapasitas pemeriksaan keamanan di area security checkpoint (SCP) langsung melonjak signifikan. Dari sebelumnya hanya mampu melayani sekitar 225 penumpang per jam, kini meningkat menjadi 275 penumpang per jam.
Direktur Operasional PT Bandara Internasional Batam (BIB), Anton Marthalius, menjelaskan bahwa perubahan kecil ini berdampak besar terhadap kelancaran arus penumpang.
“Meja tempat menaruh barang kami perpanjang, sehingga throughput meningkat dan antrean bisa lebih cepat terurai,” ungkapnya.
Langkah ini terbukti efektif, terutama di tengah meningkatnya jumlah penumpang yang terus memadati bandara menjelang Lebaran.
Layanan Humanis
Tak hanya fokus pada kecepatan, Bandara Hang Nadim juga menghadirkan layanan humanis. Penumpang balita dan lansia kini mendapat perlakuan khusus—mereka diperbolehkan keluar dari antrean dan diarahkan ke area tunggu yang nyaman.
Kebijakan ini langsung mendapat respons positif, terutama dari keluarga yang membawa anak kecil maupun penumpang lanjut usia.
“Balita tidak perlu antre lama. Kami siapkan tempat duduk khusus. Begitu juga untuk lansia,” tambah Anton.
Data terbaru menunjukkan lonjakan penumpang sudah terasa sejak awal periode mudik. Dalam lima hari, sejak 13 hingga 17 Maret 2026, jumlah penumpang mencapai 73.787 orang—naik 12,8 persen dibandingkan tahun lalu.
Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 18 Maret dengan lebih dari 18 ribu penumpang, sementara arus balik diperkirakan memuncak pada 28 Maret.
Untuk mengantisipasi lonjakan ini, pihak bandara juga menyiapkan 278 penerbangan tambahan, dengan puluhan di antaranya sudah direalisasikan.
Adapun rute favorit pemudik dari Batam meliputi Jakarta (Cengkareng), Medan (Kualanamu), Pekanbaru, Palembang, Surabaya, hingga Padang.
Dengan inovasi sederhana namun berdampak besar ini, Bandara Hang Nadim Batam membuktikan bahwa solusi cerdas tak selalu harus rumit—yang penting efektif dan tepat sasaran demi kenyamanan penumpang. (r)


















