Batam-(NagoyaPos.Com) — Pimpinan Daerah Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (PD HIMA PERSIS) Tanjungpinang-Bintan mengapresiasi langkah cepat aparat kepolisian dalam mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.
Apresiasi tersebut disampaikan menyusul langkah Polda Metro Jaya yang telah menampilkan wajah terduga pelaku berdasarkan rekaman CCTV. Kepolisian juga memastikan bahwa bukti visual tersebut merupakan data otentik dan telah mengidentifikasi dua terduga pelaku berinisial BHC dan MAK.
Ketua PD HIMA PERSIS Tanjungpinang-Bintan, Muhammad Zhein Noor Ramadhan, menilai perkembangan ini sebagai langkah maju di tengah tingginya perhatian publik terhadap penegakan hukum dan perlindungan terhadap aktivis.
“Kami mengapresiasi langkah kepolisian yang secara transparan membuka bukti dan identitas terduga pelaku. Ini menunjukkan negara tidak boleh kalah oleh tindakan kekerasan,” ujarnya, Kamis (19/3).
Meski demikian, pihaknya menegaskan bahwa pengungkapan wajah pelaku bukanlah akhir dari proses hukum. Ia meminta aparat penegak hukum segera menuntaskan tahapan lanjutan, mulai dari penangkapan pelaku hingga pengungkapan aktor intelektual di balik aksi tersebut.
“Kami mendesak aparat untuk tidak berhenti pada tahap identifikasi. Harus ada langkah konkret menuju penangkapan serta pengungkapan jaringan pelaku,” tegasnya.
Berdasarkan keterangan kepolisian, jumlah pelaku dalam kasus ini diduga lebih dari dua orang dan masih dalam proses pendalaman.
HIMA PERSIS juga menilai kasus ini bukan sekadar tindak kriminal biasa, melainkan ancaman serius terhadap demokrasi dan kebebasan sipil. Kekerasan terhadap aktivis dinilai sebagai bentuk intimidasi yang tidak boleh dibiarkan.
Sebagai organisasi kepemudaan, PD HIMA PERSIS Tanjungpinang-Bintan menyatakan akan terus mengawal proses hukum hingga tuntas. Mereka juga mengajak seluruh elemen masyarakat sipil untuk turut mengawasi agar penanganan kasus berjalan transparan dan berkeadilan.
“Kami ingin memastikan bahwa keadilan benar-benar ditegakkan, bukan hanya ditampilkan,” tutupnya. (*)
Reporter : RY


















