Batam, Nagoyapos.com – Pemerintah Kota Batam bersiap melakukan transformasi besar-besaran dalam pengelolaan sampah pada 2026. Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, memimpin langsung rapat strategis untuk mempercepat sistem tata kelola persampahan yang lebih modern dan terintegrasi.
Dalam rapat yang digelar Rabu (1/4/2026), Pemko Batam membahas skema kerja sama dengan pihak swasta sebagai langkah percepatan transformasi. Kolaborasi ini dinilai menjadi kunci untuk menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.
“Jika melibatkan pihak swasta, peran pemerintah harus jelas. Semua harus terukur dan terarah,” tegas Li Claudia.
Sistem Baru: Tanpa TPS Terbuka
Salah satu gebrakan besar yang disiapkan adalah penghapusan Tempat Penampungan Sementara (TPS) terbuka. Ke depan, sistem ini akan diganti dengan bak komunal yang lebih tertata dan ramah lingkungan.
Tak hanya itu, pemerintah juga akan melakukan rehabilitasi titik pembuangan sampah liar yang selama ini menjadi masalah klasik di berbagai wilayah Batam.
Transformasi ini juga mencakup digitalisasi sistem pemantauan dan pengawasan, sehingga pengelolaan sampah dapat dilakukan secara real-time dan lebih transparan.
Libatkan Swasta, Semua Harus Terukur
Li Claudia menekankan pentingnya pembagian peran yang jelas antara pemerintah dan pihak swasta, termasuk peran teknis dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) di lapangan.
Ia juga meminta agar seluruh progres yang sudah berjalan terus dikawal, mulai dari kesiapan sumber daya manusia hingga tahapan implementasi kerja sama.
Di sisi lain, kajian transformasi ini telah dilakukan sejak Maret 2026 oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Batam. Kajian tersebut meliputi analisis zonasi layanan, kebutuhan investasi, hingga skema kerja sama dan integrasi retribusi sampah dengan layanan SPAM.
Laporan akhir kajian ditargetkan rampung pada minggu kedua Mei 2026.
Proyek Besar Siap Ditenderkan
Pemko Batam juga tengah menyiapkan sejumlah paket pekerjaan strategis, di antaranya:
Layanan pengangkutan sampah
Pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA)
Sistem penagihan retribusi
Pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST)
Selain itu, penyusunan Detail Engineering Design (DED) untuk TPA Punggur juga dikebut dan ditargetkan selesai pada Mei 2026.
Pengembangan zona baru di TPA Punggur menjadi bagian penting dalam memperkuat infrastruktur persampahan di Batam.
Target: Jadi Percontohan Nasional
Tak hanya fokus pada teknis, Pemko Batam juga menaruh perhatian besar pada aspek pembiayaan. Skema pembagian hasil antara pemerintah dan swasta akan dirancang secara transparan dan akuntabel.
Li Claudia optimistis, jika semua berjalan sesuai rencana, Batam bisa menjadi percontohan nasional dalam pengelolaan sampah modern.
“Persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama. Kita harus menyelesaikannya dengan baik agar memberi manfaat bagi masyarakat dan generasi mendatang,” tutupnya.
Editor: Risman



















