Skandal Pungli Batam Meledak! Kakanim Batam & Kakanwil Kepri Resmi Dicopot

Skandal Pungli Batam Meledak! Kakanim Batam & Kakanwil Kepri Resmi Dicopot
Skandal pungli di Imigrasi Pelabuhan Batam Center berbuntut panjang.(ilustrasoi/dok imigrasi batam)

Batam, Nagoyapos.com – Skandal pungutan liar (pungli) yang viral di Pelabuhan Internasional Batam Centre akhirnya memakan korban besar. Dua pejabat tinggi imigrasi langsung dicopot dan dipecat tanpa kompromi.

Mereka adalah Kepala Kantor Imigrasi (Kakanim) Kelas I Khusus TPI Batam, Hajar Aswad, serta Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Ditjen Imigrasi Kepulauan Riau, Ujo Sujoto.

Example 300x600

Keputusan tegas ini disampaikan oleh Agus Andrianto usai menghadiri kegiatan sosial di Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (8/4/2026).

“Ini akan dicopot sama Pak Dirjen (Imigrasi),” ujar Agus kepada awak media.

Langkah tersebut diperkuat oleh Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, yang memastikan proses pemecatan sudah final dan hanya tinggal tahap administrasi.

“Sudah diproses, tinggal saya tanda tangan. Administrasi dua hari selesai,” tegas Hendarsam seperti dikutip republika, Kamis (9/4/2026).

Kasus ini bermula dari unggahan viral di media sosial pada 25 Maret 2026 yang mengungkap dugaan praktik pungli terhadap warga negara asing (WNA) saat proses pemeriksaan keimigrasian di Batam.

Temuan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Hasil pemeriksaan internal membuktikan adanya pelanggaran, sehingga kedua pejabat tersebut dijatuhi sanksi tegas berupa pencopotan jabatan hingga pemecatan.

Kasus ini menjadi tamparan keras bagi dunia pelayanan publik, khususnya di wilayah perbatasan seperti Kota Batam yang menjadi salah satu pintu masuk internasional Indonesia.

Pemerintah pun menegaskan tidak akan mentolerir praktik pungli dalam bentuk apa pun, terlebih yang mencoreng citra Indonesia di mata dunia.

Langkah tegas ini diharapkan menjadi efek jera sekaligus peringatan keras bagi seluruh aparat agar menjaga integritas dan profesionalisme dalam melayani masyarakat, termasuk wisatawan mancanegara.

Editor: Risman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *