Batam-(NagoyaPos.Com)-Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia memasuki usia ke-18 dengan menegaskan perannya sebagai simpul penting dalam pengembangan sektor pariwisata nasional. Momentum ini menjadi refleksi perjalanan panjang organisasi yang tumbuh secara organik hingga mencapai fase kedewasaan.
Wakil Ketua I ASSPI Kepulauan Riau, Buralimar, menyebut organisasi kini berada pada tahap “remaja akhir” menuju kematangan, ditandai dengan penguatan kolaborasi dan kontribusi nyata di tengah dinamika industri pariwisata yang terus berubah.
“ASSPI tumbuh dari proses panjang, bukan instan. Dari dinamika itu lahir kesamaan visi dan semangat bergerak bersama,” ujarnya, Sabtu (11/4/2026).
Menurutnya, dalam menghadapi ketidakpastian global, ASSPI mengambil posisi sebagai pelaku aktif, bukan sekadar pengamat. Organisasi ini terlibat dalam pengembangan usaha pariwisata hingga advokasi kebijakan.
“ASSPI adalah pejuang di sektor pariwisata, bukan penonton,” tegasnya.
Memasuki usia ke-18, ASSPI mengusung tiga kekuatan utama sebagai arah gerak, yaitu komitmen terhadap tujuan, konsistensi kebijakan, dan kolaborasi lintas sektor. Sinergi tersebut melibatkan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, komunitas, hingga media.
Di tengah tantangan global seperti perubahan perilaku wisatawan, disrupsi digital, dan dinamika geopolitik, ASSPI tetap optimistis melalui semangat “ASSPI Bisa, Harus Bisa, Pasti Bisa” sebagai keyakinan kolektif organisasi.
Buralimar juga menyoroti posisi strategis Kepulauan Riau yang berdekatan dengan Singapura dan Malaysia sebagai peluang besar dalam pengembangan sektor pariwisata.
“Kepri memiliki keunggulan komparatif yang harus dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk mendukung UMKM,” jelasnya.
Rangkaian peringatan HUT ke-18 ASSPI juga diisi dengan kegiatan sosial, seperti pembagian ratusan paket nasi di kawasan Sei Jodoh serta buka puasa bersama anak panti asuhan. Puncak acara digelar melalui kegiatan halal bihalal di Bengkong, Batam, yang melibatkan pelaku pariwisata dari seluruh Indonesia.
Di usia ke-18 ini, ASSPI menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pembangunan sektor pariwisata melalui penguatan sumber daya manusia, inovasi produk wisata, serta keberlanjutan usaha.
“ASSPI bukan lagi organisasi yang mencari jati diri, tetapi sudah menjadi bagian dari solusi pembangunan pariwisata nasional,” tutup Buralimar.(**)
Redaksi : RY
Editor : TJ


















