Batam Masuk 3 Besar Nasional! Amsakar–Li Claudia Sukses Tekan Kemiskinan & Stunting, Dapat Bonus Rp1 Miliar

Batam Masuk 3 Besar Nasional! Amsakar–Li Claudia Sukses Tekan Kemiskinan & Stunting, Dapat Bonus Rp1 Miliar
Wali Kota Amsakar Achmad menerima penghargaan dari Wakil Mendagri Bima Arya (mc batam)

Batam, Nagoyapos.com – Kabar membanggakan datang dari Kota Batam! Di bawah kepemimpinan Amsakar Achmad bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra, Batam sukses menembus tiga besar daerah berprestasi tingkat nasional dalam penanganan kemiskinan dan penurunan stunting wilayah Sumatera tahun 2026.

Penghargaan prestisius ini diserahkan langsung oleh Bima Arya dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi yang digelar di Wyndham Opi Hotel, Sabtu (25/4) malam. Pada kategori kota, Batam berhasil meraih posisi ketiga, berada di bawah Sungai Penuh dan Pekanbaru.

Example 300x600

Tak hanya prestise, Batam juga diganjar insentif fiskal sebesar Rp1 miliar sebagai bentuk apresiasi pemerintah pusat atas kinerja luar biasa tersebut.

Capaian ini bukan tanpa dasar. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tren penurunan kemiskinan di Batam yang konsisten dalam tiga tahun terakhir. Dari 5,02 persen pada 2023, turun menjadi 4,85 persen di 2024, hingga menyentuh 3,81 persen pada 2025—jauh di bawah rata-rata nasional yang berada di angka 8,47 persen.

Secara jumlah, penurunannya bahkan lebih mencolok. Dari 83.570 jiwa pada Maret 2024, angka kemiskinan turun drastis menjadi 68.040 jiwa pada Maret 2025. Artinya, lebih dari 15 ribu warga berhasil keluar dari garis kemiskinan hanya dalam satu tahun.

Meski jumlah penduduk miskin terbesar masih tercatat di Provinsi Kepulauan Riau, hal itu sejalan dengan populasi Batam yang paling besar. Namun secara persentase, Batam justru menjadi yang terendah di Kepri.

Sukses Tangani Stunting

Tak kalah penting, upaya penanganan stunting juga menunjukkan hasil menggembirakan. Hingga triwulan II tahun 2025, prevalensi stunting tercatat hanya 1,26 persen atau 713 balita dari 56.546 yang diukur—turun dari 1,28 persen pada akhir 2024.

Dari angka tersebut, 207 balita masuk kategori sangat pendek dan 506 balita kategori pendek. Tren penurunan ini konsisten sejak 2023 yang berada di angka 1,72 persen, kini berhasil ditekan hingga di bawah 1,3 persen.

Keberhasilan ini merupakan hasil kerja panjang Pemerintah Kota Batam melalui berbagai program strategis, mulai dari penguatan jaring pengaman sosial, intervensi gizi, hingga kolaborasi lintas sektor yang langsung menyasar masyarakat.

Amsakar menegaskan, penghargaan ini adalah hasil kerja bersama seluruh elemen daerah.

“Alhamdulillah, ini buah kerja kolektif. Bukan tujuan akhir, tapi menjadi penyemangat agar program semakin tepat sasaran dan dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa pembangunan Batam tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, pengentasan kemiskinan dan penurunan stunting adalah fondasi utama menuju kota yang maju dan berdaya saing.

Tito: Ini Bukan Sekedar Seremoni

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa ajang apresiasi ini bukan sekadar seremoni, melainkan instrumen untuk mendorong pemerintah daerah bekerja lebih optimal dan kompetitif.

Menurutnya, dengan jumlah ratusan daerah di Indonesia, tantangan yang dihadapi sangat beragam. Karena itu, penilaian dilakukan berbasis wilayah agar kompetisi lebih adil dan proporsional.

Sebagai bentuk dukungan nyata, pemerintah pusat melalui Kemendagri menyiapkan insentif hingga Rp1 triliun bagi daerah berprestasi, dengan skema Rp1 miliar hingga Rp3 miliar untuk yang terbaik.

“Ini bukan hanya soal penghargaan, tetapi bagaimana kepala daerah mampu menghadirkan hasil nyata bagi masyarakat,” tegas Tito.

Capaian ini menjadi sinyal kuat bahwa arah pembangunan Batam berada di jalur yang tepat—tidak hanya tumbuh pesat, tetapi juga inklusif dan berdampak nyata.

“Ini prestasi untuk seluruh warga Batam. Mari kita jaga semangat ini dan terus melangkah maju,” tutup Amsakar penuh optimisme.

Editor: Risman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *