Batam-(NagoyaPos.Com) – Perayaan hari kedua International Jazz Day (IJD) 2026 di Park Avenue Mall, kawasan Orchard Park Batam, berlangsung meriah dan penuh warna, Jumat (1/5). Rangkaian acara yang diinisiasi komunitas Batam Jazz Society itu kembali menyedot perhatian pecinta musik jazz dan masyarakat umum.
Sejak pagi, suasana di lokasi acara sudah ramai dengan bazaar yang dibuka mulai pukul 10.00 WIB. Beragam kuliner hingga barang-barang preloved menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang datang menikmati atmosfer festival.
Memasuki sore hari, panggung utama mulai bergulir pada pukul 17.00 WIB dengan penampilan BOP Quintet yang tampil solid membawakan jazz mainstream. Penampilan mereka semakin hidup dengan kehadiran Steve di keyboard dan Inez sebagai vokalis, yang membawakan sejumlah lagu jazz standard dengan penuh penghayatan.
Selanjutnya, pukul 19.00 WIB, Tanjak Impromptu hadir dalam format trio dengan Hevy sebagai leader. Kelompok ini menghadirkan eksplorasi musik jazz yang dipadukan dengan nuansa tradisional Melayu, menciptakan warna musikal yang khas dan memperkaya keberagaman sajian dalam festival.
Puncak kemeriahan terjadi pada pukul 20.00 WIB saat grup jazz asal Belanda, Alphamama, naik ke panggung. Dipimpin Anita, yang tak hanya tampil sebagai vokalis tetapi juga memainkan electric piano, Alphamama sukses memukau penonton lewat aransemen pop jazz yang enerjik.
Didukung oleh Lito pada bass, Sophie di perkusi dan keyboard, serta Jermaine di drum, penampilan mereka mendapat sambutan hangat dari penonton yang memadati area panggung.
Kehadiran Alphamama di Batam merupakan bagian dari dukungan Erasmus Huis, pusat kebudayaan Belanda di Kedutaan Besar Belanda, dalam memperkuat hubungan budaya melalui musik jazz.
Ketua Pembina Batam Jazz Society, Buralimar, mengatakan perayaan International Jazz Day di Batam bukan sekadar pertunjukan musik, tetapi menjadi ruang pertemuan budaya yang mempererat hubungan antarmasyarakat dan antarbangsa.
“Jazz itu bahasa universal. Melalui International Jazz Day ini, kita ingin menunjukkan bahwa Batam bisa menjadi ruang bertemunya musisi lokal, nasional, hingga internasional dalam satu panggung yang sama,” ujarnya.
Menurut Buralimar, antusiasme masyarakat yang terus meningkat menjadi bukti bahwa jazz memiliki tempat tersendiri di hati penikmat musik di Batam.
Ia berharap gelaran ini dapat terus menjadi agenda tahunan yang mendorong pertumbuhan ekosistem musik jazz sekaligus memperkuat posisi Batam sebagai kota kreatif dan terbuka terhadap kolaborasi budaya internasional.
“Semangat kami adalah menjaga keberlanjutan jazz di Batam, memberi ruang bagi musisi muda, dan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas ke depan,” tambahnya.
Perayaan IJD 2026 di Batam masih akan berlanjut dengan rangkaian penampilan menarik dari musisi dalam dan luar negeri pada hari-hari berikutnya. Atmosfer hangat dan antusiasme penonton pada hari kedua menjadi penanda bahwa jazz tetap menjadi medium yang mampu menyatukan berbagai kalangan. (*)
Reporter : RY


















