Antrean Disdukcapil Batam Ricuh, Warga Protes Orang Baru Datang Malah Dipanggil Duluan

Antrean Disdukcapil Batam Ricuh, Warga Protes Orang Baru Datang Malah Dipanggil Duluan
Video kegaduhan saat antri di Disdukcapil Kota Batam viral di Tiktok (tangkapan layar)

Batam, Nagoyapos.com – Video seorang warga yang meluapkan emosi di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam viral di media sosial dan menjadi perbincangan hangat warganet.

Insiden tersebut diduga dipicu persoalan antrean pelayanan yang dinilai tidak sesuai urutan di kantor Disdukcapil Batam, Sekupang.

Example 300x600

Video itu pertama kali diunggah melalui akun TikTok milik Fati Hulu dan langsung ramai dibagikan di berbagai platform media sosial.

Dalam unggahannya, Fati mengaku sudah menunggu lebih dari satu jam dengan nomor antrean 15.

Namun, ia merasa kecewa setelah melihat ada warga lain yang baru mendaftar justru lebih dulu dipanggil masuk ke ruang pelayanan.

“Setelah sejam lebih saya duduk menunggu dan mengikuti prosedur, tiba-tiba ada orang baru daftar langsung dipanggil masuk,” tulisnya dalam unggahan tersebut.

Ia menyebut sejumlah warga lain yang ikut mengantre juga mempertanyakan kejadian tersebut karena merasa nomor antreannya lebih dulu.

Merasa ada kejanggalan, Fati kemudian menanyakan langsung kepada petugas pelayanan terkait sistem antrean yang diterapkan saat itu.

Menurut pengakuannya, warga yang dipanggil masuk lebih dulu disebut memiliki nomor antrean 18, sedangkan dirinya masih menunggu dengan nomor 15.

Situasi kemudian memanas dan memicu adu argumen di area pelayanan Disdukcapil Batam.

Dalam video yang viral, Fati terdengar memperkenalkan dirinya sebagai seorang pengacara sambil mempertanyakan prosedur pelayanan yang dianggap tidak sesuai aturan.

“Saya orang hukum, saya pengacara. Kalau mau bicara prosedur ayo bicara prosedur,” ucapnya dengan nada tinggi.

Salah seorang petugas sempat menanggapi dengan mengatakan dirinya juga seorang pengacara.

Sementara petugas lainnya terlihat mencoba menenangkan situasi agar pelayanan tetap berjalan kondusif dan tidak mengganggu warga lain yang sedang mengurus administrasi kependudukan.

Fati mengaku setelah dirinya menyampaikan protes, petugas akhirnya memanggilnya masuk dan meminta maaf atas kesalahan yang terjadi.

Tanggapan Kadisdukcapil Batam

Menanggapi viralnya video tersebut, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Batam, Adhisty, mengatakan pihaknya masih meminta laporan lengkap dari tim teknis yang bertugas saat kejadian.

“Kami sedang meminta laporan lengkap dari tim teknis untuk mengetahui secara utuh titik permasalahannya,” ujar Adhisty, Kamis (14/5/2026).

Ia menjelaskan saat insiden berlangsung dirinya sedang mengikuti rapat bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di Badan Kepegawaian.

Menurutnya, Disdukcapil Batam terbuka terhadap kritik dan masukan dari masyarakat demi meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Dinas Dukcapil Kota Batam sangat terbuka terhadap koreksi dan masukan,” katanya.

Adhisty juga menambahkan, berdasarkan rekaman CCTV yang telah diperiksa, petugas pelayanan terlihat berupaya meredam situasi agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Meski demikian, pihak Disdukcapil memastikan akan melakukan evaluasi internal apabila ditemukan adanya pelanggaran etika maupun kesalahan prosedur pelayanan.

Video viral tersebut kini terus menuai beragam komentar dari warganet. Banyak yang menyoroti pentingnya transparansi sistem antrean pelayanan publik agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Editor: Risman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *