Disdik Kepri Pastikan Tak Ada Lagi Sekolah Shift Pagi-Sore di Batam Mulai Tahun Ajaran 2026/2027

Disdik Kepri Pastikan Tak Ada Lagi Sekolah Shift Pagi-Sore di Batam Mulai Tahun Ajaran 2026/2027
Disdik Kepri pastikan tahun ajaran baru 2026/2027 tidak ada lagi sekolah dua shift di Batam (ilustrasi/dok sman 14 batam)

Batam, Nagoyapos.com – Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau memastikan sistem pembelajaran dua shift di sejumlah sekolah negeri Kota Batam akan resmi dihapus mulai tahun ajaran 2026/2027.

Kebijakan tersebut mengakhiri sistem belajar pagi dan sore yang selama bertahun-tahun diterapkan sebagai solusi atas keterbatasan ruang kelas dan membludaknya jumlah peserta didik di Batam.

Example 300x600

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau, Andi Agung, mengatakan tahun ajaran 2025/2026 menjadi periode terakhir penerapan sistem dua shift di sejumlah sekolah negeri.

“Ini tahun terakhir persoalan penerimaan murid baru seperti yang terjadi di masa lalu. Ke depan tidak ada lagi sistem pembelajaran dua shift,” ujar Andi Agung, Kamis (14/5/2026).

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pengakuan bahwa persoalan daya tampung sekolah di Batam selama ini belum sepenuhnya teratasi.

Sistem dua shift yang berlangsung bertahun-tahun dinilai menjadi tanda ketidakseimbangan antara jumlah lulusan dengan ketersediaan ruang belajar di sekolah negeri.

Menurut Andi, penerimaan peserta didik baru ke depan tidak lagi dapat dipaksakan melebihi kapasitas sekolah yang tersedia.

“Penerimaan siswa tidak bisa lagi dipaksakan. Harus disesuaikan dengan daya tampung sekolah,” tegasnya.

Ia menjelaskan, tingginya angka kelulusan setiap tahun tidak diimbangi dengan penambahan infrastruktur pendidikan yang memadai.

Akibatnya, terjadi penumpukan siswa di sejumlah sekolah favorit di Batam sehingga pemerintah terpaksa menerapkan sistem belajar dua shift sebagai solusi sementara.

Membangun Sekolah Baru dan Tambah Ruang Belajar

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau bersama pemerintah kabupaten dan kota disebut telah melakukan pembangunan sekolah baru, penambahan ruang kelas serta peningkatan sarana dan prasarana pendidikan dalam tiga tahun terakhir.

Fokus pembangunan terutama dilakukan pada jenjang SMA yang selama ini mengalami lonjakan jumlah peserta didik cukup tinggi.

“Sistem juga terus kami perbarui. Dua tahun terakhir jumlah peserta didik sudah mulai disesuaikan dengan kapasitas sekolah,” jelasnya.

Meski demikian, persoalan ketimpangan kualitas dan persebaran sekolah di Batam masih menjadi tantangan besar.

Penumpukan siswa di sekolah tertentu dinilai menunjukkan masih tingginya kesenjangan fasilitas dan kualitas pendidikan antar sekolah.

Pemerintah daerah kini mengklaim mulai fokus mengurangi konsentrasi siswa di sekolah-sekolah favorit agar proses belajar mengajar berjalan lebih optimal dan merata.

Selain itu, jumlah siswa dalam satu kelas nantinya juga akan disesuaikan dengan aturan guna menjaga efektivitas pembelajaran.

“Ke depan semuanya harus sesuai aturan. Tidak bisa lagi memaksakan,” tambah Andi.

Ia juga mengakui pembenahan sistem pendidikan di Kepulauan Riau masih membutuhkan dukungan pemerintah pusat, terutama dalam pembangunan infrastruktur pendidikan dan peningkatan kualitas tenaga pendidik.

“Sejak 2020 hingga sekarang kita terus berbenah. Memang sempat menghadapi berbagai tantangan, terutama pada 2021. Namun setiap tahun selalu ada perbaikan, terutama dalam pengembangan sarana dan prasarana pendidikan,” tutupnya.

Editor: Risman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *