Batam, Nagoyapos.com – Kabar mengejutkan sempat menyelimuti keberangkatan jemaah haji dari Batam. Pesawat milik Saudia Airlines yang mengangkut Kloter 5 Embarkasi Batam mengalami gangguan teknis saat hendak lepas landas di Bandara Internasional Hang Nadim, Senin (27/4/2026).
Insiden ini sempat memicu kekhawatiran, bahkan beredar isu adanya pendaratan darurat. Namun pihak bandara memastikan kabar tersebut tidak benar.
Direktur Operasi PT Bandara Internasional Batam, Anton Marthalius, menegaskan bahwa gangguan terjadi saat pesawat masih berada di apron, bukan di udara.
“Informasi terkait pendaratan darurat tidak benar. Kendala teknis terjadi saat pesawat belum lepas landas,” jelasnya.
Akibat gangguan tersebut, jadwal keberangkatan sempat tertunda dari Senin pagi menjadi Selasa (28/4/2026). Namun, langkah cepat langsung diambil dengan menyediakan pesawat pengganti.
Sebanyak 440 jemaah haji Kloter BTH 5 asal Kabupaten Kampar dan Siak, Riau, akhirnya diberangkatkan pada Selasa pukul 15.09 WIB menuju Madinah.
Kepala Kanwil Kemenag Kepri, Muhammad Syafii, memastikan seluruh jemaah kini telah tiba dengan selamat.
“Alhamdulillah seluruh jemaah sudah sampai di Madinah dengan aman,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa kendala teknis tersebut tidak berdampak signifikan terhadap keseluruhan proses keberangkatan haji dari Embarkasi Batam.
Pihak bandara bersama maskapai pun bergerak cepat melakukan mitigasi, sehingga operasional penerbangan haji kembali normal dan tidak mengganggu kloter lainnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kesiapan teknis dalam perjalanan ibadah haji. Meski sempat tertunda, keselamatan jemaah tetap menjadi prioritas utama.
Kini, ratusan jemaah asal Riau tersebut telah menginjakkan kaki di Tanah Suci, memulai perjalanan ibadah dengan penuh harapan dan doa.
Editor: Risman


















