Ketua Umum PWI Harus Pemegang “Kartu Biru” Bersih dan Taat Kode Etik Jurnalistik, Tegaskan Merdeka Institute

Jakarta-(NagoyaPos.Com)- Direktur Eksekutif Merdeka Institute, Mulia Siregar, menyerukan agar para pemilik suara dalam Kongres Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) memilih calon Ketua Umum periode 2025–2030 yang memiliki rekam jejak bersih dan taat pada kode etik jurnalistik.

Menurut Mulia, Ketua Umum PWI harus menjadi teladan bagi seluruh anggota PWI di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, kandidat yang akan dipilih wajib memiliki karier yang transparan, tidak pernah tersangkut masalah hukum, dan berkomitmen menjaga integritas organisasi.

Example 300x600

“Kita sedih dan prihatin dengan konflik yang terjadi di tubuh PWI pusat hingga menyebabkan dualisme kepemimpinan, apalagi dipicu oleh masalah uang yang seharusnya menjadi hal tabu bagi jurnalis,” kata Mulia di Jakarta, Selasa (12/8).

Mulia menegaskan pelaksanaan Kongres PWI yang akan digelar di Karawang, Jawa Barat, 29-30 Agustus 2025, harus berlangsung secara bersih, akuntabel, serta bebas dari politik uang dan transaksi suara.

“Bagaimana bisa menjadi teladan jika proses pemilihan justru diwarnai praktik politik uang?” ujarnya.

Sampai saat ini, terdapat tujuh nama calon Ketua Umum PWI yang beredar, yaitu Hendry Ch Bangun, Zulmansyah Sekedang, Atal S. Depari, Teguh Santosa, Akhmad Munir, Johnny Hardjojo, dan Rusdy Nurdiansyah.(Fjr)

 

 

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *