Batam, Nagoyapos — Jagat media sosial Batam tengah dihebohkan dengan kabar penutupan 15 dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) usai serangkaian kasus dugaan keracunan yang terjadi beberapa waktu lalu. Namun, kabar tersebut dibantah keras oleh Koordinator Sub Penyelenggara Program Gizi (SPPG) Kota Batam, Defri Frenaldi, yang menyebut isu tersebut tidak benar alias disinformasi.
“Itu disinformasi, tidak benar ada 15 dapur MBG yang ditutup per hari ini,” tegas Defri kepada wartawan, Senin (6/10/2025).
Menurut Defri, hanya satu dapur MBG yang saat ini dihentikan sementara operasinya, yakni dapur yang berada di Kelurahan Sei Pelunggut, Kecamatan Sagulung, menyusul dugaan pelanggaran standar keamanan pangan setelah kasus dugaan keracunan di SDN 016 Sagulung.
Penutupan sementara itu dilakukan sebagai langkah antisipasi dan evaluasi menyeluruh sambil menunggu hasil uji laboratorium dari BPOM.
“Saat ini pengecekan masih dilakukan oleh BPOM, dan kami menunggu hasil laboratoriumnya,” jelas Defri.
59 Dapur MBG Masih Aktif Beroperasi di Batam
Defri menegaskan, program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Batam tetap berjalan seperti biasa.
Dari 74 dapur MBG yang telah direncanakan, 59 dapur sudah aktif beroperasi. Sementara 15 dapur lainnya masih dalam proses verifikasi dan pengurusan sertifikat laik higiene dan sanitasi (LSHS) meskipun telah menerima Surat Keputusan (SK) resmi.
“Sisa 15 dapur belum beroperasi karena masih mengurus sertifikat walau sudah menerima SK,” ujar Defri.
Program MBG sendiri melayani ribuan siswa di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMA/SMK.
Saat ini, penerima manfaat MBG mencakup 73 PAUD, 156 SD, 91 SMP, 55 SMA/SMK, dan 1 SLB.
Untuk jalur pendidikan nonformal, program ini juga menyasar 11 RA/TK, 12 MI, 13 MTs, 5 MA, serta 47 posyandu di seluruh Batam.
Setiap dapur MBG diwajibkan menyediakan 3.000–4.000 porsi makanan bergizi setiap hari, dengan standar HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) guna memastikan keamanan dan kualitas makanan.
Selain itu, setiap dapur juga diwajibkan memiliki dua juru masak terlatih serta melakukan pemeriksaan kualitas air secara berkala untuk menjamin kebersihan dan higienitas bahan makanan.
“Dapur juga harus melakukan pemeriksaan kualitas air secara berkala agar keamanan makanan tetap terjaga,” tambahnya.
Dengan langkah-langkah ini, pemerintah Kota Batam melalui SPPG menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan, kualitas, dan keberlanjutan program MBG. Hal ini sekaligus melindungi kesehatan peserta didik dari potensi pangan yang tidak aman. (cr)


















