Batam, Nagoyapos – Johor Bahru ke Kuala Lumpur sebentar lagi hanya berjarak 3,5 jam perjalanan kereta. Malaysia memastikan layanan Kereta Listrik (Electric Train Service/ETS) terbaru akan beroperasi penuh pada akhir 2025, menghadirkan opsi transportasi super cepat tanpa macet dan tanpa repot menuju ibu kota.
Durasi tempuh ini memangkas hampir separuh waktu perjalanan dibandingkan kereta diesel yang beroperasi saat ini, bahkan sebanding dengan perjalanan darat menggunakan mobil atau bus wisata — tetapi tanpa kemacetan.
Kabar ini datang bersamaan dengan proyeksi penyelesaian Jaringan Sistem Transit Cepat (RTS) Johor Bahru–Singapura yang ditargetkan rampung akhir 2026.
Dengan begitu, wisatawan dari Singapura akan bisa menuju Kuala Lumpur dalam waktu total sekitar empat jam hanya menggunakan kereta.
Cara Perjalanan Singapura – Kuala Lumpur Tanpa Macet
Wisatawan Singapura hanya perlu menuju ke Stasiun RTS Woodlands North, melewati imigrasi kedua negara, kemudian menempuh perjalanan 5 menit melintasi Selat Johor.
Setibanya di Stasiun RTS Bukit Chagar, pelancong dapat berjalan kaki kurang dari lima menit ke JB Sentral melalui travellator tertutup — dan langsung naik ETS tujuan KL Sentral.
ETS Resmi Akan Berakhir di Johor Bahru
Pada 23 Agustus 2025, perpanjangan ETS hingga Kluang diresmikan oleh Raja Malaysia Sultan Ibrahim Sultan Iskandar, menandai babak penting menuju operasional penuh hingga JB Sentral.
Rute ETS nantinya menghubungkan Johor dengan kota-kota besar:
Kuala Lumpur
Ipoh
Butterworth
Alor Setar
Hingga Padang Besar, perbatasan Malaysia–Thailand.
Bantah Rumor Penundaan
Menteri Perhubungan Malaysia Anthony Loke menegaskan bahwa pembangunan tahap akhir tidak tertunda dan akan selesai “pada akhir tahun”.
Alternatif Murah untuk Wisatawan Singapura
Menurut pakar perencanaan transportasi Rosli Azad Khan, kombinasi RTS + ETS membuka opsi perjalanan yang lebih nyaman, bebas stres, dan kompetitif dibandingkan mobil, bus, maupun pesawat.
“Melalui jalan darat, wisatawan mungkin menghadapi kemacetan. Dengan RTS dan ETS, mereka bisa bersantai tanpa khawatir lalu lintas,” ujar Rosli seperti dikutip cna, Rabu (3/12/2025).
Ia bahkan menegaskan bahwa jika dihitung total dari perjalanan pesawat — mulai dari transportasi ke bandara, waktu tunggu, dan jarak KLIA yang 58 km dari pusat kota — waktu tempuhnya hampir sama empat jam, namun biaya ETS jauh lebih murah.
Dorongan Ekonomi untuk Kota-Kota Sepanjang Jalur
Pelaku industri transportasi menilai ETS bukan hanya meningkatkan pilihan mobilitas, namun juga menghidupkan ekonomi kota-kota satelit seperti Kluang berkat meningkatnya arus wisatawan dan perdagangan.
Merevolusi Transportasi
Pelaksana Tugas Direktur Utama KTM, Ahmad Nizam Mohamed Amin, menyebut ETS sebagai masa depan perjalanan antar kota di semenanjung.
“ETS lebih ekonomis dibanding pesawat dan lebih cepat dibanding berkendara. Kami yakin layanan ini akan menjadi pilihan menarik bagi masyarakat.”
KTM menyebutkan bahwa durasi Johor Bahru – Kuala Lumpur berkisar 3,5–4,5 jam, tergantung kelas ETS yang dipilih:
Silver
Gold
Platinum
Express
Setiap kelas memiliki jumlah pemberhentian dan tingkat kenyamanan berbeda.
Jika sesuai jadwal, wisatawan akan segera menikmati perjalanan:
Singapura → Kuala Lumpur via RTS + ETS
Total waktu: ±4 jam
Biaya: jauh lebih hemat dibanding pesawat
Pengalaman: tanpa macet, tanpa stres
2025 bisa menjadi tahun bersejarah untuk revolusi transportasi Malaysia — dan kabar baik untuk wisatawan Singapura serta Johor Bahru. (dr)


















