Jaga Batam Kondusif, Kapolresta Barelang Rangkul Ormas Melayu dalam Silaturahmi Strategis

Jaga Batam Kondusif, Kapolresta Barelang Rangkul Ormas Melayu dalam Silaturahmi Strategis
Kapolresta Barelang Kombes pol Anggoro Wicaksono bersama Ormas melayu Batam (dok polresta barelang)

Batam, Nagoyapos – Polresta Barelang menggelar silaturahmi bersama Organisasi Masyarakat (Ormas) Melayu Kota Batam sebagai langkah strategis memperkuat komunikasi, koordinasi, dan sinergi dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kota Batam.

Kegiatan yang berlangsung di Dapur Pesisir, Kota Batam, Kamis (15/1/2026) sekitar pukul 12.41 WIB itu, dihadiri langsung oleh Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono, didampingi jajaran Sat Intelkam Polresta Barelang serta perwakilan berbagai Ormas Melayu Kota Batam.

Example 300x600

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasat Intelkam Polresta Barelang Kompol Yudiarta Rustam, Kanit III Sat Intelkam Ipda David Sapanuansa Sembiring, serta perwakilan Ormas Melayu seperti IKRAI, PSB, DPD HNSI, Elang Laut, PERPAT, LMB Kepri, Bulang Perkasa, PESAT, P4 (Persatuan Pemuda Pulau-Pulau), Gagak Hitam, Setokok Bersatu, dan unsur Ormas Melayu lainnya.

Kehadiran para tokoh Ormas Melayu tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam membangun Kota Batam yang aman, damai, dan kondusif.

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan dilanjutkan diskusi terbuka. Dalam sambutannya, Kapolresta Barelang menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih kepada seluruh Ormas Melayu yang hadir.

Menurutnya, silaturahmi ini menjadi sarana penting untuk mempererat hubungan antara Polri dan organisasi masyarakat, khususnya masyarakat Melayu, dalam mendukung pembangunan dan menjaga kamtibmas di Batam.

“Kami berharap aspirasi dapat disampaikan melalui dialog dan pertemuan seperti ini, tanpa harus mengedepankan aksi unjuk rasa,” ujar Kombes Pol Anggoro Wicaksono.

HNSI Soroti PP 47

Perwakilan Ormas Melayu, Suherman, menyampaikan terima kasih atas undangan silaturahmi tersebut. Sementara itu, DPD HNSI menyoroti isu pergerakan terkait PP 47 yang dinilai belum sepenuhnya melibatkan masyarakat Kota Batam, meski BP Batam telah membuka ruang diskusi. DPD HNSI juga menyampaikan harapan agar kesejahteraan nelayan dan masyarakat pesisir tetap menjadi perhatian utama.

Menanggapi hal itu, Kapolresta Barelang menjelaskan bahwa terkait investasi di Batam, pihaknya telah menyampaikan kepada Wali Kota Batam agar tidak mengubah nama pulau serta tetap merangkul masyarakat setempat di sekitar lokasi investasi.

Kapolresta juga menekankan pentingnya pelibatan masyarakat tempatan sesuai kompetensi dan keterampilan, serta mengingatkan agar masyarakat tidak menyampaikan pendapat secara provokatif di media sosial karena berpotensi mengganggu kondusivitas wilayah.

Dalam diskusi lanjutan, perwakilan Setokok Bersatu, Saiful Baktiar, menyampaikan aspirasi terkait reklamasi Pulau Setokok yang dinilai belum melibatkan masyarakat setempat dan minim ruang diskusi. Ia berharap Polresta Barelang dapat membantu menjembatani komunikasi antara masyarakat dengan Pemerintah Kota Batam.

Menanggapi hal tersebut, Kapolresta Barelang menyatakan akan mengupayakan tindak lanjut serta mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga kerja sama dan silaturahmi demi Batam yang damai.

Keresahan Masyarakat Melayu

Sementara itu, perwakilan PERPAT, Bandi, mengungkapkan keresahan masyarakat Melayu terhadap investasi di wilayah pesisir yang dinilai berpotensi menggerus marwah Melayu. Selain itu, ia juga menyoroti persoalan pendidikan dan persyaratan kerja yang masih menjadi tantangan masyarakat pesisir.

Kapolresta Barelang merespons dengan menyampaikan bahwa pembangunan Sekolah Merah Putih telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan taraf hidup masyarakat Melayu pesisir. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing isu sebelum adanya sosialisasi resmi dari pemerintah.

Dalam kesempatan tersebut, Ormas Melayu juga menyampaikan aspirasi terkait potensi dampak PP 47 terhadap nelayan pesisir, perlunya sosialisasi kebijakan pemerintah, serta permintaan agar Polresta Barelang menindak tegas praktik mafia tanah di Kota Batam.

Kapolresta Barelang menegaskan komitmen pihaknya dalam memantau penebangan hutan ilegal, memberantas mafia tanah dengan dukungan informasi dari masyarakat, serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kamtibmas.

Sebagai penutup, Ormas Melayu Kota Batam memberikan Tanjak kepada Kapolresta Barelang sebagai bentuk penghargaan dan menyampaikan rencana menjadikan Kapolresta Barelang sebagai Pembina Sekber Ormas Melayu Kota Batam.

Kegiatan silaturahmi berakhir sekitar pukul 15.02 WIB dengan situasi aman dan kondusif sepanjang acara berlangsung. (r)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *