Batam  

Kenduri Seni Melayu Batam Diperluas, Dorong Ekonomi Kreatif hingga Tingkat Kecamatan

Penampilan seni Melayu mewarnai rangkaian Kenduri Seni Melayu Batam, yang tahun ini diperluas hingga tingkat kecamatan untuk mendorong ekonomi kreatif dan pariwisata.

Batam-(NagoyaPos.Com) – Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) menghadirkan konsep baru dalam Kenduri Seni Melayu tahun 2026. Tak lagi terpusat di satu lokasi, event budaya tahunan ini diperluas hingga ke tingkat kecamatan guna mendorong pemerataan aktivitas seni sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif masyarakat.

Melalui program “Jelang Kenduri”, rangkaian kegiatan akan digelar di tiga wilayah berbeda dengan melibatkan sanggar seni dari seluruh kecamatan di Batam. Skema ini dinilai mampu membuka lebih banyak ruang tampil bagi pelaku seni lokal.

Example 300x600

Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Batam, Samson Rambah Pasir, mengatakan pendekatan ini sengaja dirancang agar geliat seni budaya tidak hanya terasa di pusat kota, tetapi juga hidup di wilayah-wilayah lain.

“Tahun ini kita buat tiga kali Jelang Kenduri agar sanggar di kecamatan punya ruang tampil. Jadi pembinaan dan pertunjukan berjalan bersamaan, tidak hanya di puncak acara,” ujarnya, Minggu (12/4).

Jelang Kenduri pertama dijadwalkan berlangsung pada 18–19 April di Lapangan Sentosa Perdana (SP), melibatkan kelompok seni dari Sagulung, Batuaji, Sekupang, hingga Belakangpadang.

Selanjutnya, Jelang Kenduri kedua akan digelar di kawasan Tanjunguma dengan partisipasi sanggar dari Lubukbaja, Batuampar, Batam Kota, dan Bengkong. Sementara Jelang Kenduri ketiga berlangsung di Sungai Beduk, menghadirkan kelompok seni dari Sungai Beduk, Nongsa, Galang, dan Bulang.

“Nantinya, kelompok terbaik dari masing-masing wilayah akan tampil di puncak Kenduri Seni Melayu tingkat kota di Dataran Engku Putri,” jelasnya.

Tak hanya menjadi ajang pertunjukan, Kenduri Seni Melayu juga diarahkan sebagai ruang penguatan ekosistem ekonomi kreatif. Selain menampilkan seni tari, musik, teater, dan sastra, kegiatan ini turut menghadirkan seni rupa melalui aktivitas melukis langsung di lokasi acara.

“Pengunjung bisa melihat langsung proses berkesenian. Ini menjadi daya tarik tersendiri karena tidak hanya menonton, tapi juga merasakan atmosfer budaya Melayu,” tambah Samson.

Di sisi lain, pelaku UMKM juga dilibatkan melalui bazar kuliner yang disiapkan di setiap lokasi kegiatan. Kehadiran bazar ini diharapkan mampu meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat selama event berlangsung.

Kepala Disbudpar Batam, Ardiwinata, menegaskan bahwa Kenduri Seni Melayu kini tidak hanya berfokus pada pelestarian budaya, tetapi juga menjadi instrumen penggerak sektor pariwisata dan ekonomi lokal.

“Kita ingin kegiatan ini memberi dampak langsung, baik bagi seniman maupun pelaku usaha. Selain itu, ini juga menjadi daya tarik wisata,” ujarnya.

Ia menambahkan, puncak acara akan dikemas lebih atraktif untuk menarik wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri. Disbudpar juga akan menggandeng agen perjalanan untuk memperluas promosi event tersebut.

“Dengan konsep yang tersebar, setiap wilayah punya peluang untuk tumbuh. Ini bukan sekadar event, tapi upaya membangun ekosistem budaya dan ekonomi kreatif di Batam,” katanya.

Dengan pendekatan yang lebih inklusif dan merata, Kenduri Seni Melayu Batam 2026 diharapkan tidak hanya menjadi panggung budaya, tetapi juga motor penggerak ekonomi sekaligus penguat identitas Melayu di daerah. (*)

 

 

 

Reporter : RY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *