Dekat dan Murah, Batam Diserbu Wisatawan Malaysia hingga Singapura untuk Liburan

Dekat dan Murah, Batam Diserbu Wisatawan Malaysia hingga Singapura untuk Liburan
Kota Batam semakin dimintai wisman asal Malaysia dan Singapura (ilustrasi)

Batam, Nagoyapos.com – Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), semakin menunjukkan pesonanya sebagai destinasi wisata unggulan yang diminati wisatawan mancanegara, khususnya dari Malaysia dan Singapura.

Tak sedikit turis asing datang ke Batam bukan untuk urusan bisnis, melainkan murni menikmati liburan, bermain golf, wisata kuliner hingga belanja.

Example 300x600

“Saya ke Batam untuk holiday, bermain golf,” ujar seorang wisatawan asal Malaysia saat ditemui di salah satu hotel di Batam.

Pengakuan tersebut menjadi gambaran bagaimana sektor pariwisata Batam kini berkembang pesat dan berhasil menarik perhatian wisatawan internasional.

Geografis dan Nilai Tukar Mata Uang

Dekat dan Murah, Batam Diserbu Wisatawan Malaysia hingga Singapura untuk Liburan
Nilai tukar rupiah yang melemah pada Ringgit dan dolar Singapura membuat nilai tambah kunjungan wisman ke Batam (ilustrasi)

Letak geografis yang strategis membuat Batam diibaratkan sebagai “surga” bagi warga Malaysia dan Singapura. Selain dekat, nilai tukar mata uang asing yang jauh lebih tinggi dibanding rupiah membuat wisata di Batam terasa lebih murah bagi turis negara tetangga.

Saat ini, satu Ringgit Malaysia setara sekitar Rp4.463, sementara satu dolar Singapura mencapai sekitar Rp13.400.

Kondisi ini menjadikan Batam sebagai destinasi favorit untuk berlibur, berbelanja hingga menikmati hiburan akhir pekan.

Jarak Batam dengan Singapura yang hanya sekitar 20 kilometer atau dapat ditempuh 45 menit menggunakan kapal ferry membuat mobilitas wisatawan semakin mudah.

Bahkan, dalam candaan masyarakat setempat, Singapura sering disebut sebagai “kecamatan ke-13” Kota Batam.

“Orang Singapura suka belanja barang-barang branded di Batam karena harganya dianggap lebih murah,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batam, Rudi Panjaitan.

Pemerintah Kota Batam sendiri menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu dari empat pilar utama pembangunan daerah, selain penguatan ekonomi UMKM, investasi industri dan daya saing kawasan.

Strategi tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Kunjungan wisatawan ke Batam kini mencapai sekitar 2 hingga 2,3 juta orang per tahun.

Jumlah itu menempatkan Batam sebagai destinasi wisata nasional peringkat kedua setelah Bali dan Jakarta.

Tak hanya ramai dikunjungi, wisatawan yang datang ke Batam juga tercatat memiliki rata-rata lama tinggal atau long stay sekitar 2 hingga 3 hari.

Selama berlibur, setiap wisatawan rata-rata membelanjakan uang sekitar Rp5 juta hingga Rp7 juta per orang.

Peningkatan sektor pariwisata ini turut berdampak terhadap pendapatan daerah. APBD Kota Batam kini mencapai Rp4,7 triliun dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekitar Rp2,7 triliun.

Sinergi Pemko dan BP Batam

Kemajuan Batam disebut tak lepas dari sinergi antara Pemerintah Kota dan Badan Pengusahaan (BP) Batam yang diibaratkan sebagai dua mesin penggerak pembangunan.

Selain kemudahan investasi, Batam juga terus memperkuat daya saing melalui pembangunan infrastruktur strategis serta promosi wisata.

Salah satu ikon wisata yang wajib dikunjungi wisatawan adalah Monumen Welcome to Batam di Bukit Clara, Batam Centre.

Monumen raksasa sepanjang 120 meter itu dibangun pada tahun 2010 dengan konsep terinspirasi dari Hollywood Sign di Amerika Serikat.

Lokasinya yang berada di ketinggian 52 meter di atas permukaan laut membuat monumen tersebut menjadi spot favorit wisatawan untuk berfoto dengan latar Pelabuhan Feri Internasional Batam Center.

Selain itu, wisata ke Batam terasa belum lengkap tanpa mengabadikan momen di Jembatan Barelang yang ikonik.

Jembatan yang sering dijuluki Jembatan Habibie itu merupakan rangkaian enam jembatan yang menghubungkan Pulau Batam, Rempang dan Galang.

Dibangun sejak tahun 1997, Jembatan Barelang kini menjadi simbol wisata Batam sekaligus destinasi favorit wisatawan lokal maupun mancanegara.

Tawarkan Wisata Sejarah dan Alam

Tak hanya menawarkan wisata modern, Batam juga memiliki wisata sejarah dan alam yang menarik.

Mulai dari Kampung Vietnam di Pulau Galang yang menyimpan jejak sejarah pengungsi Vietnam, hingga Maha Vihara Duta Maitreya yang dikenal sebagai salah satu vihara terbesar di Asia Tenggara.

Wisata alam seperti Taman Rusa Sekupang dan Panbil Nature Reserve juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana hijau di tengah pesatnya pembangunan Kota Batam.

Dengan kombinasi wisata belanja, kuliner, pantai, sejarah hingga hiburan modern, Batam kini semakin diperhitungkan sebagai destinasi wisata unggulan Indonesia di jalur internasional.

Editor: Risman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *