Batam, Nagoyapos.com – Dugaan beredarnya gula merah oplosan di pasaran memicu kekhawatiran warga Batam. Menanggapi keluhan yang semakin meluas, DPRD Kota Batam melalui Komisi II langsung bergerak cepat dengan menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) pada Kamis (10/7/2025). Namun, yang mengejutkan, tidak satu pun pelaku usaha hadir, meski telah diundang secara resmi!
Rapat yang dipimpin Sekretaris Komisi II DPRD Batam, Safari Ramadhan, bersama Wakil Ketua Muhammad Syafei serta anggota Kamaruddin dan Yefri, menghadirkan instansi teknis seperti BPOM, Dinas Kesehatan, dan Dinas Perdagangan Kota Batam. Safari menegaskan, keluhan warga soal kualitas gula merah sangat serius.

“Banyak masyarakat mengirim foto produk ke kami. Mereka curiga karena warna gula terlalu hitam dan rasa tidak seperti gula merah asli,” ungkap Safari di ruang sidang DPRD Batam.
Ironisnya, pelaku usaha gula merah — yang jumlahnya mencapai belasan di Batam — justru mangkir dari panggilan. Padahal DPRD berharap adanya klarifikasi sekaligus pembinaan langsung.
Dalam rapat, BPOM mengaku telah mengambil sampel untuk diuji. Hasilnya, belum ditemukan kandungan zat berbahaya, meski pengawasan akan terus diperketat.
Dinas Kesehatan mengungkap persoalan lain yang tak kalah mencengangkan: sanitasi buruk dan pekerja pabrik yang bekerja tanpa pakaian atasan karena kondisi produksi yang tidak layak.
“Ini bukan soal perizinan semata, tapi juga soal keselamatan konsumen dan kualitas pangan lokal. Kita ingin pelaku usaha dibina, bukan ditinggalkan,” tegas Safari.
Sebagai tindak lanjut, Komisi II akan menjadwalkan rapat lanjutan dengan melibatkan para pelaku usaha langsung. DPRD juga meminta BPOM dan Dinas Kesehatan melakukan pengujian ulang terhadap sampel gula merah serta mendata jumlah pasti pelaku usaha.
Safari menegaskan, pihaknya akan terus mengawal isu ini demi perlindungan maksimal bagi masyarakat sekaligus mendorong peningkatan mutu industri pangan lokal.
Apakah gula merah di dapur Anda aman dikonsumsi? Simak terus kelanjutannya, karena DPRD Batam belum selesai menelusuri semua fakta di balik manisnya gula merah yang meresahkan ini! (al)


















