Batam-(NagoyaPos.Com)-Arus pencari kerja ke Kota Batam terus menguat sepanjang 2025. Data Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Batam mencatat jumlah pencari kerja mencapai 29.710 orang selama Januari hingga Desember 2025. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun 2024 yang tercatat 24.690 orang.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Batam, Yudi Suprapto, mengatakan peningkatan jumlah pencari kerja dipengaruhi oleh bertambahnya penduduk usia produktif serta tingginya minat masyarakat bekerja di sektor industri dan jasa yang berkembang di Batam.
“Batam masih menjadi daerah tujuan pencari kerja, baik dari dalam maupun luar daerah. Ini menunjukkan Batam tetap memiliki daya tarik ekonomi,” ujar Yudi, Senin (12/1).
Berdasarkan data Disnaker, dari total pencari kerja tahun 2025, sebanyak 27.064 orang merupakan warga Batam, sementara 2.646 orang berasal dari luar daerah. Pada tahun sebelumnya, pencari kerja asal Batam tercatat 21.557 orang, sedangkan dari luar daerah 3.133 orang.
Meski jumlah pencari kerja meningkat, ketersediaan lowongan kerja relatif stabil. Sepanjang 2025, Disnaker mencatat terdapat 18.528 lowongan kerja, tidak jauh berbeda dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 18.718 lowongan.
Yudi menyebutkan, peluang kerja terbesar masih berasal dari sektor manufaktur, galangan kapal, elektronik, dan jasa. Namun demikian, tantangan utama saat ini adalah ketidaksesuaian kompetensi pencari kerja dengan kebutuhan industri.
“Lowongan kerja sebenarnya cukup banyak, tetapi tidak semua pencari kerja memiliki kompetensi yang dibutuhkan perusahaan. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama,” jelasnya.
Untuk penempatan tenaga kerja, sepanjang 2025 Disnaker mencatat 14.832 orang berhasil ditempatkan bekerja. Jumlah tersebut menurun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 17.593 orang. Penurunan ini dipengaruhi oleh meningkatnya selektivitas perusahaan serta persaingan yang semakin ketat.
“Kami terus mendorong pencari kerja untuk meningkatkan keterampilan melalui pelatihan dan sertifikasi. Saat ini perusahaan tidak hanya melihat ijazah, tetapi juga keterampilan dan etos kerja,” tambah Yudi.
Secara bulanan, lonjakan pencari kerja terjadi pada periode Mei hingga Juli 2025, seiring masuknya lulusan baru SMA/SMK dan perguruan tinggi ke pasar kerja. Sementara penempatan tertinggi tercatat pada pertengahan tahun, mengikuti peningkatan kebutuhan industri.
Ke depan, Disnaker Kota Batam akan memperkuat kerja sama dengan perusahaan dan kawasan industri, mengoptimalkan pelaksanaan job fair, pelatihan berbasis kompetensi, serta memperkuat link and match antara dunia pendidikan dan industri.
“Kami ingin memastikan pencari kerja Batam memiliki daya saing agar peluang kerja yang tersedia lebih banyak diisi oleh tenaga kerja lokal,” ujarnya.
Yudi juga menyinggung Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 18 Tahun 2024 yang mewajibkan perusahaan melaporkan lowongan dan penempatan tenaga kerja kepada dinas ketenagakerjaan.
“Penempatan sangat bergantung pada pelaporan perusahaan. Masih banyak perusahaan yang belum melaporkan tenaga kerja yang mereka terima, sehingga data penempatan belum sepenuhnya tercatat,” katanya.
Sebagai upaya perbaikan pendataan, Disnaker Batam mengembangkan Sistem Informasi Ketenagakerjaan (Simnaker) sebagai kanal daring penyebaran lowongan kerja sekaligus pendataan penempatan tenaga kerja.
“Hingga Desember 2025, sekitar 300 perusahaan telah terdaftar dalam aplikasi ini dengan jumlah pengguna mencapai sekitar 30 ribu pencari kerja,” pungkas Yudi. (*)
Reporter : Herry


















