Batam, Nagoyapos – Warga kawasan Perumahan Family Dream, Kecamatan Nongsa, Batam, digegerkan oleh penemuan seorang pemuda yang tewas bersimbah darah di dalam kamar kos, Selasa (10/3/2026) siang.
Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan sebilah pisau masih tertancap di bagian kepala. Peristiwa tragis tersebut langsung membuat penghuni kos dan warga sekitar panik.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, korban diduga menjadi korban pembunuhan yang dilakukan oleh seorang pria yang diketahui merupakan temannya sendiri. Keduanya disebut sama-sama berasal dari kawasan Batu Besar.
Dugaan sementara, insiden berdarah itu dipicu persoalan pribadi yang berkaitan dengan hubungan asmara.
Peristiwa bermula ketika salah seorang penghuni kos yang bekerja di hanggar bandara sedang membereskan barang-barangnya karena hendak pindah tempat tinggal. Saat itu, terduga pelaku yang diketahui bernama Muhammad Yusuf turut membantu membereskan barang di kamar tersebut.
Sementara korban saat itu sedang tertidur di atas kasur di dalam kamar. Secara tiba-tiba pelaku diduga menyerang korban menggunakan senjata tajam secara berulang kali.
Serangan tersebut sempat dilerai oleh penghuni kos lainnya. Namun karena kejadian berlangsung cepat, korban akhirnya terkapar bersimbah darah di dalam kamar.
Usai kejadian, pelaku sempat meninggalkan lokasi. Namun tidak lama kemudian ia mendatangi kantor polisi dan menyerahkan diri.
Kanit Reskrim Polsek Nongsa, Rahmad Susanto, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan terduga pelaku saat ini telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.
“Korban saat ini sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Batam untuk dilakukan visum,” ujarnya.
Polisi masih mendalami motif di balik peristiwa pembunuhan tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi yang berada di lokasi kejadian.
“Untuk motif masih kami dalami,” kata Rahmad.
Selain itu, penyidik juga menelusuri kemungkinan adanya hubungan pribadi antara pelaku dan korban yang diduga menjadi pemicu terjadinya aksi kekerasan tersebut.
Editor: Risman



















