Batam  

International Jazz Day 2026 Resmi Dibuka di Batam, Nyanyang Haris: Jazz Satukan Perbedaan dan Perkuat Pariwisata

Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura membuka secara resmi perayaan International Jazz Day di Park Avenue Mall, Kamis (30/4). Event yang digelar Batam Jazz Society ini menghadirkan musisi dari berbagai negara dan akan berlangsung hingga 3 Mei mendatang.

Batam-(NagoyaPos.Com) – Perayaan International Jazz Day di Batam resmi dimulai, Kamis (30/4), melalui opening ceremony yang digelar di Park Avenue Mall. Tahun ini menjadi momentum istimewa karena perayaan jazz dunia tersebut memasuki tahun ke-15 sejak pertama kali dideklarasikan oleh UNESCO pada 2011.

Di Batam sendiri, perayaan ini memasuki edisi ke-11 dan kembali digelar oleh Batam Jazz Society (BJS), komunitas yang konsisten menjaga eksistensi jazz di kota industri tersebut.

Example 300x600

Mengusung tema global Beyond Borders, perayaan berlangsung selama empat hari, mulai 30 April hingga 3 Mei 2026, dengan menghadirkan musisi dari berbagai negara.

Beberapa nama yang tampil di antaranya Alphamama dari Belanda, Nita Aartsen dari Bali, Pong Nakornchai dari Thailand, serta musisi lokal Batam seperti Luke Jozsua.

Opening ceremony dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura.

Dalam sambutannya, Nyanyang menyampaikan apresiasi atas konsistensi Batam dalam merayakan International Jazz Day selama lebih dari satu dekade. Menurutnya, jazz bukan sekadar musik, tetapi medium yang mampu menyatukan berbagai latar belakang budaya dan bangsa.

“Jazz adalah bahasa universal. Tidak peduli dari mana kita berasal, musik bisa menyatukan kita dalam satu harmoni. Saya mengapresiasi Batam Jazz Society yang terus menjaga semangat ini hidup di Batam,” ujar Nyanyang.

Ia berharap International Jazz Day Batam dapat terus menjadi agenda tahunan yang semakin besar dan memberi ruang bagi musisi lokal untuk berkembang serta berkolaborasi dengan musisi nasional dan internasional.

“Ke depan saya berharap event ini terus berlanjut, semakin berkembang, dan menjadi salah satu agenda unggulan di Kepulauan Riau. Ini bukan hanya panggung musik, tetapi juga ruang bertemunya kreativitas, budaya, dan pariwisata,” katanya.

Menurut Nyanyang, event seperti ini juga penting dalam memperkuat daya tarik pariwisata Batam sebagai kota perbatasan yang terbuka bagi berbagai aktivitas seni dan budaya.

“Batam punya posisi strategis, dekat dengan Singapura dan Malaysia. Event internasional seperti ini menjadi peluang besar untuk menarik wisatawan sekaligus menunjukkan bahwa Batam bukan hanya kota industri, tetapi juga kota yang kaya kreativitas,” tambahnya.

Ketua Pembina Batam Jazz Society, Buralimar, mengatakan International Jazz Day di Batam merupakan bagian dari gerakan global untuk menjaga jazz tetap hidup sebagai medium dialog antarbangsa.

Menurutnya, selama 11 tahun terakhir, Batam terus menjadi bagian dari hampir 200 negara yang merayakan International Jazz Day setiap 30 April.

“Batam punya sejarah panjang dengan jazz. Semangat itu yang terus kami rawat agar generasi muda tetap punya ruang berekspresi dan mengenal jazz lebih dekat,” ujarnya.

Bagi Batam, jazz memang bukan hal baru. Sejak awal 2000-an, kota ini aktif menggelar berbagai festival jazz, mulai dari ASEAN Jazz Festival hingga Batam Jazz Festival. Tradisi jam session komunitas seperti “Jazzelasa” juga terus hidup di berbagai sudut kota.

Di tengah kehidupan Batam yang identik dengan industri, perdagangan, dan pariwisata, International Jazz Day menjadi ruang jeda bagi masyarakat untuk menikmati seni sekaligus merayakan keberagaman.

Perayaan ini sekaligus menegaskan identitas Batam sebagai kota modern yang dinamis, terbuka, dan tetap memberi ruang bagi kreativitas untuk tumbuh. (*)

 

 

Reporter : RY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *